JAKARTA – Menjelang 107 tahun sejak kebangkitan nasional dan jelang 70 tahun usia Kemerdekaan kita, bangsa Indonesia terhambat kemajuannya oleh sebuah persoalan besar, yakni penjajahan baru alias neokolonialisme. Kenyataan ini harus diakui dan tidak bisa ditutupi dan dipungkiri karena sangat nyata dalam kehidupan politik, ekonomi, dan sosial-budaya Indonesia. Demikian pernyataan Partai rakyat Demokratik (PRD) kepada Bergelora.com … Baca lebih lanjut
Samarinda – Menurut sejarah,1 mei 1886 merupakan kongres pertama yang dilakukan oleh buruh diseantero dunia yang menuntut pengurangan jam kerja menjadi 8 jam,kongres yang dilakukan di Swiss ini menjadi tonggak awal perjuangan buruh meskipun di tahun sebelumnya sudah terjadi perlawanan-perlawanan yang dilakukan buruh seperti di Kanada tahun 1872. Kemenangan buruh pada saat itu menjadi kiblat perjuangan … Baca lebih lanjut
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan … Baca lebih lanjut
Pemerintahan Pro Kepentingan Nasional Program-program penuntasan revolusi nasional harus diperjuangkan agar menjadi nyata. Untuk itu, Rakyat Indonesia harus memiliki sebuah alat perjuangan politik bersama. Alat perjuangan bersama ini haruslah kuat dan efektif dalam melaksanakan program di atas. Alat ini adalah sebuah pemerintahan, dengan struktur dan infrastrukturnya, yang merupakan ruang bagi seluruh golongan bermufakat menyelesaikan persoalan … Baca lebih lanjut
III. MENUJU REPUBLIK BARU Menuntaskan Revolusi Nasional Di manakah kita kini? Setelah empat puluh empat tahun nation and character destruction mengaibkan bangsa ini, adakah kebanggaan yang masih tersisa? Pulau-pulau indah yang terus digerus ketamakan itu kah? Adakah kekayaan yang masih bisa dikelola untuk kemakmuran bersama? Berapa banyak manusia Indonesia yang siap sedia menanggung tugas sejarah … Baca lebih lanjut
II. KAWAN DAN LAWAN Soekarno pernah berkata, “revolusi apapun mestilah punya kawan dan punya lawan, dan kekuatan-kekuatan revolusi harus tahu siapa kawan dan siapa lawan”. Ini adalah salah satu hukum dari sebuah revolusi, yaitu adanya pertentangan. Siapa kawan? Penjajahan, akan melahirkan perjuangan pembebasan. Kesadaran kebangsaan, dalam perjuangan kemerdekaan, telah memperluas perlawanan di seluruh penjuru tanah … Baca lebih lanjut
C. Di Seberang Jembatan Emas: Sosialisme Indonesia Untuk merajut unsur-unsur yang berpihak pada kepentingan nasional ke dalam suatu alat politik yang bertujuan menuntaskan revolusi nasional, dibutuhkan suatu ideologi pemersatu berupa Pancasila. Untuk tujuan itu, Pancasila harus diletakkan kepada penjabaran yang sesuai dengan gagasan Bung Karno; yakni sebagai nasionalisme, internasionalisme/kemanusiaan, sosialisme, demokrasi, dan ketuhanan sebagai … Baca lebih lanjut
Neoliberalisme dan Neo-Kolonialisme Di Indonesia Sayang sekali, ketika sedang terjadi perubahan di dunia, Indonesia tidak memanfaatkan munculnya imbangan kekuatan yang baru itu untuk memajukan kepentingan nasional, malah menjadi pendukung setia dari penguasa dunia lama. Indonesia tetap menjadi penganut garis keras neoliberalisme, sebuah sistim yang akrab dengan dominasi dan hegemoni AS dalam 40 tahun terakhir. Jika … Baca lebih lanjut
B. Di Bawah Belenggu Neokolonialisme Baru Pergeseran Dari Unipolar ke Multipolar Krisis kapitalisme, dan dunia yang berganti rupa. Begitulah perumpamaan untuk menjelaskan perubahan penting di tingkat dunia saat ini. Untuk pertama-kalinya setelah 21 tahun, dunia yang digenggam sendirian oleh imperialisme Amerika Serikat (AS), kini bergeser ke banyak kutub. Dengan penuh antusias, kita … Baca lebih lanjut